Jumat Bersih seluruh Warga MTs N Wonosobo

Program MTs N Wonosobo dalam meningkatkan kesadaran Siswa akan kebersihan Lingkungan

Serah terima jabatan

Serah terima jabatan pengurus OSIS periode 2012/2013 ke periode 2013/2014 Pembacaan surat keputusan kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri Wonosobo tentang Pembentukan Pengurus OSIS dan Pemberian Penghargaan kepada Peserta LDK terbaik

Heaking Curuk Winong

Siswa MTs N Wonosobo dan gabungan kepramukaan se kecematan Selomerto

MTs N Wonosobo Jakarta Tour

Sudah menjadi Program MTs N Wonosobo setiap tahunya.

LDK MTs N Wonosobo

Latihan Dasar Kepemimpinan MTs Negeri Wonosobo

Jumat, 28 November 2014

PEMERINTAHAN DARI PRESIDEN PERTAMA SAMPAI SAAT INI

PEMERINTAHAN DARI PRESIDEN PERTAMA SAMPAI SAAT INI - Pembelajaran untuk Siswa MTs N Wonosobo mengenal Pemerintahan Indonesa dari Presiden perama sampai saat ini.
PEMERINTAHAN DARI PRESIDEN PERTAMA SAMPAI SAAT INI

Pada masa pemerintahan Ir.  Soekarno (tahun 1945 sampai 1968).
Ir. SOEKARNO adalah Presiden Indonesia Pertama, Lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Mei 1970 pada umur 69 tahun.
Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan Bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia adalah penggali Pancasila. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) pada tanggal 17 Agustus 1945.
Soekarno menandatangani Surat Perintah 11 Maret 1966 (lebih dikenal dengan : SUPERSEMAR) yang isinya berdasarkan versi yang dikeluarkan Markas Besar Angkatan Darat, Menugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk mengamankan dan menjaga keamanan negara dan institusi kepresidenan. Supersemar menjadi dasar Soeharto untuk membubarkan PKI (Partai Komunis Indonesia) dan mengganti anggotanya yang duduk di parlemen. Setelah pertanggungjawabannya ditolak oleh MPRS pada sidang umum ke empat tahun 1967, Presiden Soekarno diberhentikan dari jabatannya sebagai Presiden pada Sidang Istimewa MPRS di tahun yang sama dan mengangkat Soeharto sebagai pejabat Presiden Republik Indonesia.
Kelebihan
1. Nasionalisasi Bank Java menjadi Bank Indonesia.
2. Mengamankan usaha-usaha yang menyangkut harkat hidup orang banyak, sehingga dapat di manfaatkan oleh rakyat.
3. Berusaha memutuskan kontrol Belanda dalam bidang perdagangan ekspor-impor
4. Serta beberapa kebijakan lainya yang ditujukan untuk memajukan perekonomian    indonesia.
5. Sejak tahun 1955, pembangunan ekonomi mulai meramba ke proyek-proyek besar. Hal ini dikuatkan dengan keluarnya kebijakan Rencana Pembangunan Semesta Delapan Tahun (1961). Kebijakan ini berisi rencana pendirian proyek-proyek besar dan beberapa proyek kecil untuk mendukung proyek besar tersebut.
6. Rencana ini mencakup sektor-sektor penting dan menggunakan perhitungan modern. Namun sayangnya Rencana Pembangunan Semesta Delapan Tahun ini tidak berjalan atau dapat dikatakan gagal karena beberapa sebab seperti adanya kekurangan devisa untuk menyuplai modal serta kurangnya tenaga ahli.
7. Dapat menghasilkan rencana produksi lima tahun yang dikenal dengan nama Kasimo Plan,
8. Melakukan Kebijakan atas pemotongan nilai mata uang.Keuntungan dari kebijakan ini adalah rakyat kecil tidak dirugikan karena yang memiliki uang Rp. 2,50 ke atas hanya orang-orang kelas menengah dan kelas atas. Dengan kebijakan ini dapat mengurangi jumlah uang yang beredar ,maka pemerintah mendapat kepercayaan dari pemerintah Belanda dengan mendapat pinjaman sebesar Rp. 200 juta.
9. Dapat menumbuhkan kelas pengusaha dikalangan bangsa Indonesia.
10. Para pengusaha pribumi secara bertahap dapat berkembang menjadi maju.
11. Dapat bekerjasama antara pengusaha pribumi dan non pribumi dalam memajukan perekonomian Indonesia.
kelemahan
1. Terjadinya pengeluaran besar-besaran yang bukan ditujukan untuk pembangunan dan pertumbuhan ekonomi melainkan berupa pengeluaran militer untuk biaya konfrontasi Irian Barat, Impor beras, proyek mercusuar, dan dana bebas (dana revolusi) untuk membalas jasa teman-teman dekat dari rezim yang berkuasa.
2. Perekonomian juga diperparah dengan terjadinya hiperinflasi yang mencapai 650%. Selain itu Indonesia mulai dikucilkan dalam pergaulan internasional dan mulai dekat dengan negara-negara komunis.
3. Adanya blokade ekonomi oleh Belanda sejak bulan November 1945 untuk menutup pintu perdagangan luar negri RI.
4. Kas negara kosong.
5. Buruk nya perekonomian karena Pengusaha pribumi kalah dalam bersaing dengan pengusaha nonpribumi yang di sebabkan perekonomian di serahkan pada pasar sesuai teori-teori mazhab klasik yang menyatakan laissez faire laissez passer.
6. Pembentukan Deklarasi Ekonomi (Dekon) untuk mencapai tahap ekonomi sosialis Indonesia dengan cara terpimpin. Dalam pelaksanaannya justru mengakibatkan stagnasi bagi perekonomian Indonesia. Bahkan pada 1961-1962 harga barang-barang naik 400%.
7. Devaluasi yang dilakukan pada 13 Desember 1965 menjadikan uang senilai Rp 1000 menjadi Rp 1. Sehingga uang rupiah baru mestinya dihargai 1000 kali lipat uang rupiah lama, tapi di masyarakat uang rupiah baru hanya dihargai 10 kali lipat lebih tinggi. Maka tindakan pemerintah untuk menekan angka inflasi ini malah meningkatkan angka inflasi.
8. Kegagalan-kegagalan dalam berbagai tindakan moneter itu diperparah karena pemerintah tidak menghemat pengeluaran-pengeluarannya.
9. Pada masa ini banyak proyek-proyek mercusuar yang dilaksanakan pemerintah, dan juga sebagai akibat politik konfrontasi dengan Malaysia dan negara-negara Barat.Sekali lagi, ini juga salah satu konsekuensi dari pilihan menggunakan sistem demokrasi terpimpin yang bisa diartikan bahwa Indonesia berkiblat ke Timur (sosialis) baik dalam politik, ekonomi, maupun bidang-bidang lain.
10. beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali.
Pada masa pemerintahan Soeharto (tahun 1966 sampai 1998)
Soeharto adalah Presiden kedua Republik Indonesia. Beliau lahir di Kemusuk, Yogyakarta, tanggal 8 Juni 1921. Bapaknya bernama Kertosudiro seorang petani yang juga sebagai pembantu lurah dalam pengairan sawah desa, sedangkan ibunya bernama Sukirah.
Karena situasi politik yang memburuk setelah meletusnya G-30-S/PKI, Sidang Istimewa MPRS, Maret 1967, menunjuk Pak Harto sebagai Pejabat Presiden, dikukuhkan selaku Presiden RI Kedua, Maret 1968. Pak Harto memerintah lebih dari tiga dasa warsa lewat enam kali Pemilu, sampai ia mengundurkan diri, 21 Mei 1998.
Kelebihan
1. bantuan luar negeri yang mulai terjamin dengan adanya IGGI. . Maka sejak tahun 1969, Indonesia dapat memulai membentuk rancangan pembangunan yang disebut Rencana Pembangunan Lima Tahun (REPELITA). Berikut penjelasan singkat tentang beberapa REPELITA.
2. perkembangan GDP per kapita Indonesia yang pada tahun 1968 hanya AS$70 dan pada 1996 telah mencapai lebih dari AS$1.000.
3. sukses swasembada pangan.
4. pengangguran minimum.
5. sukses REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun).
6. Investor asing mau menanamkan modal di Indonesia.
7. sukses menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta produk dalam negeri.
8. Inflasi dapat ditahan sekitar 5%-10% dengan melalui kebijakan moneter yang ketat.
9. Nilai mata uang rupiahpun dapat stabil dan dapat ditebak, pemerintahpun menerapkan sistem anggaran berimbang.
10. anggaran pembangunan banyak dibiayai oleh bantuan pihak asing.sudah tiga puluh tahun lamanya pemerintahan orde baru presiden soeharto.
Kelemahan
1. semaraknya korupsi, kolusi, nepotisme.
2. pembangunan Indonesia yang tidak merata
3. bertambahnya kesenjangan sosial (perbedaan pendapatan yang tidak merata bagi si kaya dan si miskin).
4. munculnya rasa ketidakpuasan di sejumlah daerah karena kesenjangan pembangunan, terutama di Aceh dan Papua.
5. tidak ada rencana suksesi.
6. Terjadinya krisis moneter pada pertengahan tahun 1997.
7. keberhasilan pembangunan khususnya selama Orde Baru, bisa menjadi perusakan alam dan kerugian besar untuk masyarakat daerah. Ini terjadi karena pelaksanaan pembangunan kurang memperhatikan analisis dampak sosial, dan dapat pengaruh banyaknya pejabat-pejabat yang menguasai sistem untuk kepentingan diri mereka masing-masing sebagaimana yang telah menjadi ciri dari pemerintahan dan masyarakat Orde Baru.
8. Kekuatan-kekuatan rakyat tak dapat berkembang dan tetap lumpuh, sehingga rakyat tak bisa bersuara atas praktik KKN Orde Baru.
9. Semua praktik KKN yang mereka jalankan, tidak dapat dihukum, sehingga kepentingan-kepentingannya tetap lestari. Mereka untouchable tidak bisa dijangkau hukum.
10. Banyaknya bantuan dari negara lain yang semakin menambah jumlah utang negara yang sewaktu-waktu bisa menjadi bumerang bagi negara.
Pada masa pemerintahan B.J. Habibie (1998-1999/selama kurang lebih 1,4 tahun).
Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie atau dikenal sebagai BJ Habibie (73 tahun) merupakan pria Pare-Pare (Sulawesi Selatan) kelahiran 25 Juni 1936. Habibie menjadi Presiden ke-3 Indonesia selama 1.4 tahun dan 2 bulan menjadi Wakil Presiden RI ke-7. Habibie merupakan “blaster” antara orang Jawa [ibunya] dengan orang Makasar/Pare-Pare [ayahnya].
Dimasa kecil, Habibie telah menunjukkan kecerdasan dan semangat tinggi pada ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya Fisika. Selama enam bulan, ia kuliah di Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB), dan dilanjutkan ke Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule – Jerman pada 1955. Dengan dibiayai oleh ibunya,  R.A. Tuti Marini Puspowardoyo, Habibie muda menghabiskan 10 tahun untuk menyelesaikan studi S-1 hingga S-3 di Aachen-Jerman.
Kelebihan
1. Manaiknya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat hingga di bawah Rp.10.000,-.
2. menerapkan independensi Bank Indonesia sehingga lebih fokus mengurusi perekonomian.
3. Pada bulan Agustus 1998, Indonesia dan IMF menyetujui program pinjaman dana di bawah Presiden B.J Habibie.
4. mendesentralisasikan wewenang pada pemerintahan daerah dan sebagian besar dari belanja pemerintah yang meningkat diberikan melalui pemerintah daerah.Dan hasilnya pun pemerintah propinsi dan kabupaten di Indonesia sekarang dapat membelanjakan 37% dari total dana publik.
5. Berhasil menghentikan free fall dari nilai mata uang rupiah  terhadap US dolar dan keberhasilan menekan inflasi.
6. Meningkatkan produktivitas dan daya saing melalui pemberian kebebasan, transparansi, demokrasi dan sebagainya.
7. Mengesahkan UU No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan yang Tidak Sehat
8. Mengesahkan UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
kelemahan
1. Nilai tukar rupiah terjun bebas dari Rp 2.000 per dolar AS menjadi Rp 12.000-an per dolar.
2. Utang luar negeri  jatuh tempo sehinga membengkak akibat depresiasi rupiah. Hal ini diperbarah oleh perbankan swasta yang mengalami kesulitan likuiditas. Inflasi meroket diatas 50%, dan pengangguran mulai terjadi dimana-mana.
3. Produksi menurun karena bnyak perusahaan yang tidak dapat bertahan hidup.
4. Banyaknya para karyawan yang di PHK akibat dari perusahaan tempat mereka bekerja terkena dampak krisis yang terjadi di masa suharto.
5. Terbatasnya kesempatan kerja akibat banyak perusahaaan yang telah gulung tikar.
6. Bj.habibie tidak dapat berbuat banyak perubahan perekonomian karena singkatnya masa jabatan beliau.
Pada masa pemerintahan KH Abdurrahman Wahid ()
Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara yang dilahirkan di Denanyar Jombang Jawa Timur pada tanggal 4 Agustus 1940. Secara genetik Gus Dur adalah keturunan “darah biru”. Ayahnya, K.H. Wahid Hasyim adalah putra K.H. Hasyim Asy’ari, pendiri jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU)-organisasi massa Islam terbesar di Indonesia-dan pendiri Pesantren Tebu Ireng Jombang. Ibundanya, Ny. Hj. Sholehah adalah putri pendiri Pesantren Denanyar Jombang, K.H. Bisri Syamsuri. Kakek dari pihak ibunya ini juga merupakan tokoh NU, yang menjadi Rais ‘Aam PBNU setelah K.H. Abdul Wahab Hasbullah. Dengan demikian, Gus Dur merupakan cucu dari dua ulama NU sekaligus, dan dua tokoh bangsa Indonesia.
Kelebihan
1. tax ratio di zaman pemerintahan Gus Dur sebesar 10.7 % se­dang­kan di dibawah rezim Orde Baru tax ratio hanya mencapai 6,1%. Padahal pada masa pe­me­rin­tahan Gus Dur ekonomi In­­­­donesia sedang terpuruk aki­bat gejolak politik maupun kri­sis ekonomi.
2. membangun ekonomi yang berbasis pada kepentingan sebagian besar rakyat Indonesia yang masih tertinggal, tidak mampu, dan miskin.
3. Gusdur membatasi pen­jualan produk China di In­do­nesia, karena China dikenal sebagai negara yang menjual produknya ke Indonesia dengan harga murah, karena jika hal ini tidak dibatasi akan memukul in­dustri manufaktur di tanah air .
4. Pengusaha pribumi mulai menjadi percaya diri karena mendapat dukungan dari pemerintah.
5. Di anggapTelah berhasil memperbaiki sistem perekonomian dengan masa jabatan yang relatif singakat.
Kelemahan    
1. Masih lemahnrya arus perekonomian yang di sebabkan lumpuhnya pengerak perekonomian negara akibat krisis.
2. Belum mampu mengatasi masalah krisis yang berkepanjangan.
3. Kurang mampu memanfaatkan dengan baik perekonomian yang sebetulnya sudah lebih baik dari tahun sebelumnya.
4. ekspor sangat sulit diharapkan dapat meningkat sebaik tahun 2000 karena pertimbuhan ekonomi dunia tahun 2001 menunjukkan kecenderungan menurun dibandingkan tahun 2000.
5. Masalah dana non-budgeter Bulog dan Bruneigate yang dipermasalahkan oleh anggota DPR.
6. Fenomena makin rumitnya persoalan ekonomi ditunjukkan oleh beberapa indikator ekonomi. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) antara 30 Maret 2000 hingga 8 Maret 2001 menunjukkan growth trend yang negatif.
Pada masa pemerintahan Megawati soekarno putri(23 juli 2001-2004)
Megawati Soekarnoputri, Presiden Republik Indonesia ke-5 yang biasa dipanggil Ibu Mega, lahir di Yogyakarta, 23 Januari 1947. Sebelum diangkat sebagai presiden, beliau adalah Wakil Presiden RI yang ke-8 dibawah pemerintahan Abdurrahman Wahid. Megawati adalah putri sulung dari Presiden RI pertama yang juga proklamator, Soekarno dan Fatmawati.
Wanita bernama lengkap Dyah Permata Megawati Soekarnoputri ini memulai pendidikannya, dari SD hingga SMA di Perguruan Cikini, Jakarta. Sementara, ia pernah belajar di dua Universitas, yaitu Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Bandung (1965-1967) dan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (1970-1972) tetapi belum pernah sampai sarjana.

Kelebihan
1. Menguatnya nilai tukar rupiah sejalan dengan penurunan inflasi dan tingkat suku bunga pada sektor riil.
2. Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2000 sebesar 4,86 % lebih tinggi dari prakiraan awal tahun oleh Bank Indonesia sebesar 3,0 % sampai dengan 4,0 %.
3. PDB per kapita atas dasar harga berlaku pada tahun 2001 mencapai Rp. 7,2 juta .
4. Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2002 digerakkan oleh kegiatan konsumsi rumahtangga dan konsumsi pemerintah. Hal ini terlihat dari besarnya konsumsi rumahtangga dan konsumsi pemerintah pada tahun 2002 terhadap tahun 2001 masing-masing tumbuh sebesar 4,72 persen dan 12,79 persen.
5. Perekonomian Indonesia tahun 2004 yang diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp. 2.303,0 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2000 sebesar Rp. 1.660,6 triliun, dengan pertumbuhan mencapai 5,13 persen dibanding tahun 2003.
6. Nilai mata uang rupiah lebih stabil.

Kelemahan
1. Banyaknya aksi teror dan pengeboman yang terjadi dimana-mana di tanah air yang secara otomatis membuat para calon investor asing takut untuk berinvestasi.
2. Terjualnya salah satu BUMN kepada pihak asing akibat tidak mampunya membayar hutang.
3. Masih belum mampu mewujudkan pembangunan yang merata di nusantara.
4. Di anggap tidak mampu mengatasi angka pengangguran.
5. Banyaknya aset negara yang di anggap menjadi korban untuk membayar utang negara.
6. Tidak adanya upaya keras pemberantasan korupsi yang telah banyak merugikan negara ini.

PEMERINTAHAN DARI PRESIDEN PERTAMA SAMPAI SAAT INI. Pada masa pemerintahan susilo bambang yudoyono(2004-2014)
Presiden susilo bambang yudoyono ialah presiden ke 6 indonesia.

Kelebihan
1. Harga BBM diturunkan hingga 3 kali (2008-2009), pertama kali sepanjang sejarah.
2. Perekonomian terus tumbuh di atas 6% pada tahun 2007 dan 2008, tertinggi setelah orde baru.
3. Cadangan devisa pada tahun 2008 US$ 51 miliar, tertinggi sepanjang sejarah.
4. Menurunnya Rasio hutang negara terhadap PDB terus turun dari 56% pada tahun 2004 menjadi 34% pada tahun 2008.
5. Pelunasan utang IMF.
6. Terlaksananya program-program pro-rakyat seperti: BLT, BOS, Beasiswa, JAMKESMAS, PNPM Mandiri, dan KUR tanpa agunan tambahan yang secara otomatis dapat memperbaiki tinggkat ekonomi rakyat.
7. Pemberantasan korupsi.
8. Pengangguran terus menurun. 9,9% pada tahun 2004 menjadi 8,5% pada tahun 2008.
9. Menurunnya angka kemiskinan dari 16,7% pada tahun 2004 menjadi 15,4% pada tahun 2008.
10. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh pesat di tahun 2010 seiring pemulihan ekonomi dunia pasca krisis global yang terjadi sepanjang 2008 hingga 2009.
11. perekonomian Indonesia mampu bertahan dari ancaman pengaruh krisis ekonomi dan finansial yang terjadi di zona Eropa.

Kelemahan
1. Harga BBM termahal sepanjang sejarah indonesia yaitu mencapai Rp. 6.000.
2. jumlah utang negara tertinggi sepanjang sejarah yakni mencapi 1667 Triliun pada awal tahun 2009 atau 1700 triliun per 31 Maret 2009. Inilah pembengkakan utang terbesar sepanjang sejarah.
3. tingkat pengeluaran untuk administrasi yang luar biasa tinggi. Mencapai sebesar 15% pada tahun 2006 .menunjukkan suatu penghamburan yang signifikan atas sumber daya public.
4. Konsentrasi pembangunan di awal pemerintahannya hanya banyak berpusat di aceh, karena provinsi aceh telah di porak porandakan oleh bencana alam stunami pada tahun 2004.
5. Masih gagal nya pemerintah menghapuskan angka pengangguran dan kemiskinan di negeri ini.
6. Bencana alam yang sering terjadi di indonesia membuat para investor asing enggan berinvestasi dengan alasan tidak aman terhadap ancaman bencana alam.
7. Dianggap belum mampu menyelesaikan masalah bank CENTURY.

Demikian yang bisa Kami berikan Artikel tentang Pemerintahan Indonesia, semoga bermanfaat. Baca juga Artikel Pendidikan tentang Etimologi Iqro'. terimaksih

Senin, 29 September 2014

Wisuda-Wisudawati terbaik MTs N Wonosobo

Wisudan wisudawati terbaik MTs N Wonosobo tahun 2013/2014 ini sangatlah membanggakan atas prestasi yang didapat dan sangat membuat bangga kami Keluarga MTs N Wonosobo, dengan demikian Kami hanya bisa memberikan Doa semoga Kalian semua sukses, aamiin. Dan ini Gambar Wisudawan-wisudawati MTs N Wonosobo bersama Wali murid, Kepala Madrasah dan Kepala Kementerian Agama Wonosobo.


Selasa, 15 Juli 2014

MOPDB MTs N Wonosobo

MOPDB yang dilaksanakan ini sangat antusias diikuti oleh para Siswa-siswi MTs N Wonosobo, kami harap semoga acara ini berjalan dengan lancar. Dan tentunya kami atas nama Madrasah mengucapkan banyak terimakasih kepada Anggota Osis yang membatu berjalannya acara MOPDB tahun 2014-2015.















Jumat, 23 Mei 2014

Tata tertib Perpustakaan MTs N



PERATURAN DAN TATA TERTIB
PERPUSTAKAAN MTs N WONOSOBO

I. JAM BUKA
Senin s/d Kamis : Pk. 07.00 – 13.30 WIB
Jumat s/d Sabtu : Pk. 07.00 – 12. 15 WIB

II. KEANGGOTAAN
1. Yang dapat menjadi anggota adalah: Se
luruh Siswa MTs N Wonosobo
2. K
epala Madrasah, Guru dan Karyawan MTs N Wonosobo

III. SYARAT-SYARAT MENJADI ANGGOTA
1.
Mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan.
2.
Mengganti Cetak Kartu dan Buku Anggota Peminjaman
3. Menyerahkan foto 2X3 2 (dua) lembar.

IV. SYARAT-SYARAT PEMINJAMAN
 1. Peminjam menunjukkan kartu anggotanya.
 2. Setiap anggota dapat meminjam sebanyak 1 (satu) buku Bacaan/Majalah dan
     6 (lima) buku Mata Pelajaran
 3. Lama Waktu peminjaman 1 (satu) minggu untuk peminjaman Buku Bacaan
     1 (satu) Bulan untuk peminjaman Buku Mapel dan dapat diperpanjang 1
     masa pinjam, apabila buku /majalah yang dipinjam tidak dipesan orang lain.

V. KOLEKSI  BUKU YANG DAPAT DIPINJAM DAN BAWA PULANG
1. Buku Mapel yang dipinjam dengan buku peminjaman
2. Kliping, Kumpulan Soal-soal Ujian
3. Majalah dan Buku Bacaan Fiksi/Non Fiksi

VI. KOLEKSI BUKU YANG TIDAK DAPAT DIPINJAM DAN BAWA PULANG
1.   Bahan-bahan referens (Ensiklopedi, kamus, dll).
2.   Buku-buku cadangan (on reserved books) yang berada di ruang referensi    hanya boleh dibaca di tempat.
3.   Buku Mapel yang dipinjam untuk sementara, waktu peminjaman hanya dari Pk: 07.00 sampai 13.30. Apabila peminjam terlambat mengambalikan buku, maka akan dikenakan Denda

VII. DENDA / SANKSI
1. Bagi anggota yang terlambat mengembalikan buku / majalah pada waktu yang
    telah ditentukan akan dikenakan denda .
2. Setiap anggota diwajibkan memelihara buku / majalah yang dipinjam dengan
    sebaik- baiknya.
3. Apabila buku / majalah yang sedang dipinjam rusak maka anggota yang
    bersangkutan diwajibkan mengganti kerugian, yang besarnya ditetapkan oleh
    Kepala Perpustakaan.
4. Apabila buku / majalah yang dipinjam hilang, maka peminjam harus
    mengganti dengan buku /majalah yang Sama. Apabila tidak dapat, maka yang
    bersangkutan dapat mengganti dengan uang sebesar 2 (dua) kali harga buku.

VIII. TATA TERTIB PERPUSTAKAAN
1. Setiap pengunjung diwajibkan menunjukan kartu anggota perpustakaan.
2. Setiap pengunjung perpustakaan diminta untuk turut menjaga ketenangan,
    ketertiban,dan  kebersihan ruang perpustakaan dengan :
    - Tidak membuat keributan, bercanda, berteriak, mengobrol, dan tindakan-
       tindakan lain yang dapat mengganggu sesama pengunjung perpustakaan.
    - Tidak makan, minum dalam ruang perpustakaan
    - Tidak mencoret-coret meja dan peralatan lain dalam ruang perpustakaan
    - Tidak memindahkan meja dan kursi yang talah ditata
    - Membuang sampah di tempat yang telah disediakan
    - Tidak diperkenankan membawa tas dan bungkusan lain ke dalam ruang
       perpustakaan.
    - Disediakan tempat khusus untuk menaruh barang-barang tersebut. Barang-
       barang berharga  seperti uang dan sebagainya agar dibawa, karena
       perpustakaan tidak bertanggung jawab akan adanya kehilangan serta barang
       yang tertinggal.
   - Tidak diperkenankan membawa keluar buku / majalah / bahan pustaka
      lainnya milik perpustakaan, tanpa dicatat dahulu di bagian peminjaman.
   - Pencurian dan penyobekan bahan pustaka merupakan pelanggaran. Untuk itu
      pelanggar dapat dicabut keanggotaannya atau dikenakan sanksi administrasi
      atau akademik.
3. Sanksi dapat dikenakan kepada setiap anggota / pe
ngunjung perpustakaan
    yang tidak mentaati tata tertib.
4. Staf / petugas perpustakaan berhak untuk menegur dan meminta kepada
    pengunjung yang dianggap mengganggu ketenangan suasana untuk
    meninggalkan ruang perpustakaan.
5. Tata tertib ini berlaku bagi semua pengunjung / anggota
    perpustakaan
                                                                                                    KEPALA PERPUSTAKAAN

                                                                                                        TTD

Minggu, 13 April 2014

Jumat Bersih

Program bersih hari Jumat di MTs N Wonosobo ini sangat membantu anak dalam mencintai kebersihan lingkungan, oleh sebeb itu Warga MTs N Wonosobo selalu antusias dalam menjalankan program Bersih hari Jumat.

MTs N Wonosobo juga pernah mendapatkan Juara 1 ADIWIATA tingkat kabupaten, dan sekarang MTs N Wonosobo sedang mempesiapkan untuk mewakili kabupaten di tingkat Provinsi. Semoga Siswa MTs N Wonosobo selalu sadar akan kebersihan lingkungan.













Ini poto kegiatan Jumat Bersih Seluruh Warga MTs N Wonosobo

Jumat, 11 April 2014

ROGRAM WAKA KESISWAAN MTS N WONOSOBO

A. Latar Belakang
Upaya peningkatan mutu kualitas Sumber Daya Manusia yang cerdas, terampil, berakhlak mulia dan mampu hidup bersaing adalah tuntutan dari perkembangan zaman pada saat ini. Oleh karena itu upaya peningkatan SDM ini harus diprogramkan secara terstruktur, berkesinambungan dan di evaluasi secara berkala. Hal ini menjadi semakin penting karena perubahan-perubahan akibat perkembangan ilmu pegetahuan dan teknologi (Iptek) serta komunkasi menjadi semakin tidak kentara.

Salah satu bagian yang penting dalam upaya tersebut adalah sekolah sebagai fungsi pendidikan berkewajban untuk mengembangkan kemampuan serta membentuk watak dan kepribadian bangsa yang bermartabat, khususnya generasi muda sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan nasional. Kompetensi penyelenggaraan pendidikan yang mengacu pada kompetensi siswa yang diarahkan pada kompetensi multiple intelegensi sangatlah diharapkan. Oleh karena itu Upaya pengembangan Potensi Diri Siswa sangatlah diperlukan dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

B. Tujuan

1. Mengembangkan seluruh potensi siswa secara maksimal, baik potensi akademik maupun non
    akademik.
2. Menyiapakan warga negara menuju masyarakat belajar yang cerdas dan memahami nilai-nilai  
    masyarakat yang beradab.
3. Menemukan dan memunculkan potensi-potensi yang ada pada diri siswa sehingga timbul
    kecakapan hdup (life skiill) yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat.
4. Memberikan kemampuan minimal untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dan hidup
    Bermasyarakat
5. Menumbuhkan daya tangkal pada diri siswa terhadap pengaruh negatif yang datang dari luar
    maupun dari dalam lingkungan sekolah
6. Meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan
    timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar.
7. Meningkatan apresiasi dan penghayatan seni.
8. Menumbuhkan sikap berbangsa dan bernegara dengan berdasarkan Pancasila.
9. Meningkatkan kesegaran jasmani dan daya kreasi siswa untuk memantapkan keseimbangan
    antara pertumbuhan jasmani dan rohani.

C. RUANG LINGKUP PEMBINAAN KESISWAAN

1. Program Pembinaan Kesiswaan (OSIS)
2. Program Pembinaan Ekstrakurikuler
3. Program Unggulan Akademik dan Non Akademik.

D. SASARAN PEMBINAAN
Sasaran Pembinaan adalah (a) upaya penyelamatan dan (b) pemberdayaan Potensi Diri Siswa kelas VII, VIII dan IX MTs Tahun Pelajaran 2010/2011.

E. HASIL YANG DIHARAPKAN
1. Mampu melahirkan SDM yang memiliki keimanan, ketaqwaan, berkualitas, kompetitif,
    berdedikasi, mandiri dan profesional.
2. Mampu meningkatkan prestasi siswa sesuai bakat dan minat siswa
3. Mampu meningkatkan pelayanan pendidikan kepada siswa melalui jalur pembinaan
    penyelamatan siswa dari bahaya perilaku menyimpang di kalangan siswa dan jalur
    pemberdayaan potensi diri

F. STRATEGI PEMBINAAN

1. Melakukan koordinasi dengan Pihak terkait
2. Difasilitasi dan dibimbing oleh :
    a. Guru Kelas dan Guru Mata Pelajaran
    b. Guru Bimbingan Karir (BK)
    c. Pembina OSIS
    d. Pembina Ekstrakurikuler
    e. Pelatih
3. Berkoordinasi dengan guru BK untuk memberikan pelayanan Konseling


URAIAN DAN MEKANISME PEMBINAAN KESISWAAN
Seperti dikemukakan pada bagian terdahulu bahwa upaya pembinaan kesiswaan, terbagi menjadi 3 lingkup pembinaan yaitu :
1. Program Pembinaan OSIS
2. Program Pembinaan Ekstrakurkuler
3. Program Unggulan Akademik dan Non Akademik.

A. PROGRAM PEMBINAAN OSIS

1. Pengertian
Satu-satunya wadah organisasi siswa di sekolah untuk mencapai tujuan pembinaan dan pengembangan kesiswaan adalah Organisasi Intra Sekolah disingkat OSIS. OSIS bersifat intra sekolah, artinya tidak ada hubungan organisatoris dengan OSIS di sekolah lain, dan tidak menjadi Bagian dari organisasi lain yang ada di luar sekolah. Karena OSIS merupakan wadah organisasi siswa di sekolah. Oleh karena itu setiap siswa secara otomatis menjadi anggota OSIS. Keanggotaan itu secara otomatis berakhir dengan keluarnya siswa dari sekolah yang bersangkutan.

2. Tujuan
Organisasi ini bertujuan mempersiapkan siswa sebagai kader penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani pembangunan nasional, untuk :
a. Mengembangkan potensi siswa secara optimal dan terpadu yg meliputi bakat, minat, dan
    kreativitas;
b. Memantapkan kepribadian siswa untuk mewujudkan ketahanan sekolah sebagai lingkungan
    pendidikan sehingga terhindar dariusaha dan pengaruh negatif dan bertentangan dengan tujuan
    pendidikan;
c. Mengaktualisasikan potensi siswa dalam pencapaian prestasi unggulan sesuai bakat dan minat;
d. Menyiapkan siswa agar menjadi warga masyarakat yang berakhlak mulia, demokratis,
    menghormati hak-hak asasi manusia dalam rangka mewujudkan masyarakat madani (civil
    society).

(Permendiknas No 39 Tahun 2008, Bab I pasal 1)

3. Materi Pembinaan

Materi pembinaan kesiswaan (OSIS) mencakup :

1. Pembinaan ketaqwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa
2. Pembinaan Budi Luhur atau Akhlak Mulia
3. Pembinaan Kepribadian Unggul, wawasan kebangsaan, dan bela negara
4. Pembinaan Prestasi akademik,seni, dan/atau olahraga sesuai bakat dan minat
5. Pembinaan Demokrasi, hak asasi manusia, pendidikan politik, lingkungan hidup,kepekaan dan
    toleransi sosial dalam konteks masyarakat plural.
6. Pembinaan kreativitas keterampilan dan kewiraswastaan
7. Pembinaan kualitas jasmani ,kesehatan dan gizi berbasis sumber gizi yang terdiversifikasi.
8. Pembinaan sastra dan budaya.
9. Pembinaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK)
10. Pembinaan komunikasi dalam bahasa inggris.
 4. Perangkat OSIS
Perangkat OSIS terdiri dari :
(1) Pembina OSIS
(2) Perwakilan kelas
(3) Pengurus OSIS
(4) Anggota OSIS
5. Rincian dan tugas Perangkat OSIS
a. Pembina OSIS

Perangkat Osis ini dibina oleh seorang guru yang ditunjuk sebagai Guru Pembina Osis.Pembina OSIS bertanggung jawab atas seluruh pengelolaan, pembinaan dan pengembangan OSIS di sekolah.
Rincian tugas pembinan OSIS adalah :
a) Bertanggung jawab atas seluruh pembinaan dan pengembangan OSIS di sekolah
b) Memberikan nasihat kepada perwakilan kelas dan pengurus.
c) Mengesahkan keanggotaan perwakilan kelas dengan surat keputusan kepala sekolah.
d) Mengesahkan dan melantik pengurus OSIS denga surat keputusan kepala sekolah.
e) Mengarahkan penyusunan anggaran rumah tangga dan program kerja OSIS.
f) Menghadiri rapat-rapat OSIS
g) Mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas OSIS
b. Perwakilan Kelas

a) Perwakilan kelas terdiri atas wakil-wakil kelas. Setiap kelas diwakili oleh 2 (dua) orang siswa.
b) Perwakilan kelas bertugas memilih pengurus OSIS, mengajukan usul-usul untuk dijadikan
    program kerja OSIS dan menilai laporan pertanggungjawaban pengurus OSIS pada akhir masa
    jabatannya.
c) Perwakilan kelas bertanggung jawab langsung kepada Pembina OSIS
d) Masa jabatan perwakilan kelas selama 1 tahun ajaran.

e) Rincian tugas perwakilan kelas adalah :
   1) Mewakili kelasnya dalam rapat perwakilan kelas
   2) Mengajukan usul kegiatan untuk dijadikan program kerja OSIS
   3) Mengajukan calon pengurus OSIS berdasarkan hasil-hasil rapat kelas.
   4) Memilih pengurus OSIS dan daftar calon yang telah disiapkan.
   5) Menilai laporan pertanggungjawaban dan segala tugas pengurus Osis pada akhir masa
        jabatannya.
   6) Menyusun Anggaran Rumah Tangga.

c. Pengurus OSIS

Pengurus OSIS terdiri atas :

seorang ketua dan dua orang wakil ketua
a) Seorang sekretaris dan dua orang wakil sekretaris
b) Seorang bendahara dan seorang wakil bendahara
c) Sepuluh orang ketua seksi yaitu :

  1. Pembinaan ketaqwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa
  2. Pembinaan Budi Luhur atau Akhlak Mulia
  3. Pembinaan Kepribadian Unggul, wawasan kebangsaan, Pasusbra dan bela negara
  4. Pembinaan Prestasi akademik,seni, dan/atau olahraga sesuai bakat dan minat
  5. Pembinaan Demokrasi, hak asasi manusia, pendidikan politik, lingkungan hidup,kepekaan
      dan     toleransi sosial dalam konteks masyarakat plural.
  6. Pembinaan kreativitas keterampilan dan kewiraswastaan
  7. Pembinaan kualitas jasmani ,kesehatan dan gizi berbasis sumber gizi yang terdiversifikasi.
  8. Pembinaan sastra dan budaya.
  9 .Pembinaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK)
10. Pembinaan komunikasi dalam bahasa inggris.

d. Pembinaan Seksi :

Seksi I :

Pembinaan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME, antara lain:
a. Melaksanakan peribadatan sesuai dengan ketentuan agama masing-masing.
b. Memperingati hari-hari besar keagamaan.
c. Melaksanakan perbuatan amaliah sesuai dengan norma agama.
d. Membina toleransi kehidupan antar umat beragama.
e. Mengadakan kegiatan lomba yang bernuansa keagamaan.
f. Mengembangkan dan memberdayakan kegiatan keagamaan di sekolah.

Seksi II :

Pembinaan budi pekerti luhur atau akhlak mulia, antara lain:
a. Melaksanakan tata tertib dan kultur sekolah.
b. Melaksanakan gotong royong dan kerja bakti (bakti sosial).
c. Melaksanakan norma-norma yang berlaku dan tata krama pergaulan.
d. Menumbuhkembangkan kesadaran utk rela berkorban terhadap sesame.
e. Menumbuhkembangkan sikap hormat dan menghargai warga sekolah.
f. Melaksanakan kegiatan 7K (keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan,
   kedamaian, dan kerindangan)

Seksi III :

Pembinaan kepribadian unggul, wawasan kebangsaan, Pasusbra dan bela negara

a. Melaksanakan upacara bendera pd hari senin dan/atau sabtu, serta hari2 besar nasional
b. Menyanyikan lagu-lagu nasional (Mars & Hymne)
c. Melaksanakan kegiatan kepramukaan
d. Mengunjungi dan mempelajari tempat2 bernilai sejarah
e. Mempelajari dan meneruskan nilai-nilai luhur, kepeloporan, dan semangat perjuangan para
    pahlawan
f. Melaksanakan kegiatan bela negara
g. Menjaga dam menghormati simbol2 dan lambang2 negara
h. Melakukan pertukaran siswa antar daerah dan antar negara

Seksi IV :

Pembinaan prestasi akademik, seni, olahraga sesuai dengan bakat dan minat
a. Mengadakan lomba mata pelajaran/program keahlian
b. Menyelenggarakan kegiatan ilmiah
c. Mengikuti kegiatan workshop, seminar, diskusi panel yang bernuansa iptek
d. Mengadakan studi banding dan kunjungan (studi wisata) ke tempat-tempat sumber belajar
e. Mendesain dan memproduksi media pembelajaran
f. Mengadakan pameran karya inovatif dan hasil penelitian
g. Mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah
h. Membentuk klub sains, seni, dan olahraga
i.  Menyelenggarakan festival dan lomba seni
j.  Menyelenggarakan lomba dan pertandingan olahraga.

Seksi V :
Pembinaan demokrasi, hak asasi manusia, pendidikan politik, lingkungan hidup, kepekaan dan toleransi sosial dalam konteks masyarakat plural, antara lain:
a. Memantapkan dan mengembangkan peran siswa di dalam OSIS sesuai dengan tugasnya
    masing-masing.
b. Melaksanakan latihan kepemimpinan siswa.
c. Melaksanakan kegiatan dengan prinsip kejujuran, transparan, dan profesional.
d. Melaksanakan kewajiban dan hak diri dan orang lain dalam pergaulan masyarakat.
e. Melaksanakan kegiatan kelompok belajar, diskusi, debat dan pidato.
f. Melaksanakan kegiatan orientasi siswa baru yang bersifat akademik dan pengenalan
    lingkungan tanpa kekerasan.
g. Melaksanakan penghijauan dan perindangan lingkungan sekolah.

Seksi VI :

Pembinaan kreativitas, keterampilan dan kewirausahaan, antara lain:
a. Meningkatkan kreativitas dan keterampilan dalam menciptakan suatu barang menjadi lebih
    berguna.
b. Meningkatkan kreativitas dan keterampilan di bidang barang dan jasa.
c. Meningkatkan usaha koperasi siswa dan unit produksi.
d. Meningkatkan kemampuan keterampilan siswa melalui sertifikasi kompetensi siswa berkebutuhan khusus.

Seksi VII :

Pembinaan kualitas jasmani, kesehatan dan gizi berbasis sumber gizi yang terdiversifikasi, antara lain:
a. Melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat.
b. Melaksanakan usaha kesehatan sekolah (UKS).
c. Melaksanakan pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (narkoba),
    minuman keras, merokok, dan HIV/AIDS.
d. Meningkatkan kesehatan reproduksi remaja.
e. Melaksanakan hidup aktif.
f. Melakukan diversifikasi pangan.
g. Melaksanakan pengamanan jajan anak sekolah.

VIII. Pembinaan sastra dan budaya, antara lain:

Mengembangkan wawasan dan keterampilan siswa di bidang sastra;
Menyelenggarakan festival/lomba, sastra dan budaya.
Meningkatkan daya cipta sastra.
Meningkatkan apresiasi budaya.

Seksi IX :

Pembinaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), antara lain:
a. Memanfaatkan TIK untuk memfasilitasi kegiatan pembelajaran.
b. Menjadikan TIK sebagai wahana kreativitas dan inovasi.
c. Memanfaatkan TIK untuk meningkatkan integritas kebangsaan.

Seksi X:

Pembinaan komunikasi dalam bahasa Inggris, antara lain:
a. Melaksanakan lomba debat dan pidato.
b. Melaksanakan lomba menulis dan korespondensi.
c. Melaksanakan English Day.
d. Melaksanakan kegiatan berceritera dalam bahasa Inggris (Story Telling).
e. Melaksanakan lomba puzzies words/scrabble.

Syarat Pengurus OSIS
1. Taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa
2. Mermiliki budi pekerti luhur dan sopan santun terhadap orang tua, guru, dan teman
3. Memiliki bakat sebagai pemimpin siswa
4. Memiliki kemauan, kemampuan, dan pengetahuan yang memadai
5. Dapat mengatur waktu dengan sebaik-baiknya,sehingga pelajarannnya tidak terganggu karena
    menjadi pengurus OSIS
6. Pengurus dicalonkan oleh perwakilan kelas
    Khusus untuk ketua OSIS , ditambah persyaratan :
7. Mempunyai kemampuan berpikir yang jernih
8. Memiliki wawasan mengenai kondisi yang sedang dihadapi bangsanya.
9. Tidak duduk di kelas terakhir, karena akan menghadapi ujian Nasional.

Rincian Tugas Pengurus OSIS
a. bertugas menyusun dan melaksanakan program kerja OSIS sesuai dengan AD ART
b. menyampaikan laporan pertangungjawaban kepada rapat perwakilan kelas pada akhir masa
    jabatannya.
c. Bertanggung jawab langsung kepada perwakilan kelas dan pembina OSIS.
d. Mempunyai masa kerja selama satu tahun pelajaran.

Anggota OSIS
a. Anggota OSIS secara otomatis adalah siswa yang masih aktif belajar pada sekolah yang
   bersangkutan
b. Anggota OSIS tidak memerlukan kartu anggota
c. Keanggotan berakhir apabila siswa yang bersangklutan tidak menjadi siswa lagi di sekolah
    tersebut, atau meninggal dunia

Setiap anggota mempunyai hak :
(1) Mendapat perlakuan yang sama sesuai bakat, minat dan kemampuannya
(2) Memilih dan dipilih sebagai perwakilan kelas atau pengurus.
(3) Bicara secara lisan maupun tertulis.

6. Forum Organisasi

a. Rapat-rapat

1. Rapat Pleno perwakilan kelas adalah rapat yang dihadiri seluruh anggota perwakilan kelas.

Rapat ini diadakan untuk :
a) Persiapan tatacara pemilihan ketua, seorang wakil ketua dan seorang sekretaris
b) Pencalonan pengurus OSIS
c) Pemilihan pengurus OSIS
d) Penilaian laporan peranggungjawaban pemgurus OSIS pada akhir masa jabatan.

Acara , waktu dan temnpat rapat dikonsultasikan dengan pembina OSIS

2. pengurus

a) Rapat pleno pengurus adalah rapat yang dihadiri seluruh anggota pleno pengurus OSIS
b) Rapat pengurus harian adalah rapat pengurus yang dihadiri oleh ketua, wakil ketua, sekretaris,
    bendahara dan wakil ketua, sekretaris, bendahara dan wakil bendahara untyk membicarakan
   dan mengkoordinasikan pelaksanaan pekerjaan sehari-hari.
c) Rapat koordinasi adalah rapat yang dihadiri oleh sah serang wakil ketua I, sekretaris, wakil
    sekretaris I, bendahara dan seksi I sampai dengan seksi VIII.

7 . Sasaran/Target Pembinaan.
1. Meningkatkan peran serta siswa dalam membina sekolah sebagai wawasan wiyata mandala
    sehingga terhindar dari usaha dan pengaruh yang bertentangan dengan kebudayaan nasional
2. Menumbuhkan daya tangkal pada diri siswa terhadap pengaruh negatf yang datang dari luar
    maupun dari dalam lingkungan sekolah.

B. PROGRAM PEMBINAAN EKSTRAKURIKULER
Pengertian Kegiatan Ekstra Kurikuler
Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar jam pelajaran biasa yang dilakukan di sekolah/luar sekolah untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah secara berkala dan terprogram.
Visi dan Misi Kegiatan Ekstra Kurikuler

a. Visi

Visi kegiatan ekstra kurikuler adalah berkembangnya potensi, bakat dan minat secara optimal, serta tumbuhnya kemandirian dan kebahagiaan peserta didik yang berguna untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

b. Misi

1) Menyediakan sejumlah kegiatan yang dapat dipilih oleh peserta didik sesuai dengan
    kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka.

2) Menyelenggarakan kegiatan yang memberikan kesempatan peserta didik mengespresikan diri
    secara bebas melalui kegiatan mandiri dan atau kelompok.

3. Tujuan Umum

Menunjang pencapaian tujuan institusional dalam upaya pembentukan manusia Indonesia seutuhnya berdasarkan Pancasila, yaitu :

(1) Manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur.
(1) Memiliki pengetahuan dan keterampilan
(2) Sehat jasmani dan rohani
(3) Kepribadian yang mantap dan mandiri
(4) Rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
4. Tujuan Khusus
a. Memberikan pengayaan kepada siswa yang menyangkut aspek pengetahuan, keterampilan dan
    sikap untuk menjadi manusia seutuhnya.
b. Menambah pengetahuan dan keterampilan kepada siswa untuk memanfaatkan potensi
    lingkungan alam, lingkungan sosial dan lingkungan budaya.
c. Mengembangkan kemampuan siswa untuk memanfaatkan kegiatan industri dan dunia usaha
   (kewiraswastaan)

d. Mengembangkan keterampilan dan nilai-nilai kemanusiaan, ketekunan, kerja keras dan
    disiplin melalui kegiatan ekstrakurikuler.

e. Menanamkan kemampuan dan keterampilan melakukan tindakan dan perilaku hidup sehat
    secara jasmani dan rohani.
f. Menanamkan kemampuan meneliti dan mengembangkan daya cipta untuk menemukan hal
   baru
g. Menanamkan nilai-nilai gotong royong, kerjasama, tanggungjawab dan disiplin melalui
    kegiatan koperasi sekolah
h. Memberikan bekal kemampuan berorganisasi melalui kegiatan di sekolah dan di luar sekolah.
i.  Memberikan bekal keterampilan praktis yang diperlukan siswa untuk hidup di masyarakat,
    mencukupi kebutuhannya sendiri maupun membantu kebutuhan orangtuanya.
j. Menanamkan rasa cinta dan tanggung jawab dalam upaya melestarikan lingkungan alam dan
   budaya
k. Menanamkan budaya kerja dan etos kerja yang diperlukan untuk pembangunan berkelanjutan
l. Menanamkan dan menambah wawasan kerohanian, mental dan agama untuk hidup dalam
   masyarakat, bangsa dan negara.
m. Memberikan bekal kemampuan berbakti dan berpartisipasi dalam pembangunan daerah.

5. Fungsi Kegiatan Ekstra Kurikuler

a. Pengembangan, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan
    kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi, bakat dan minat mereka.
b. Sosial, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan rasa
    tanggung jawab sosial peserta didik.
c. Rekreatif, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan suasana rileks,
    mengembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan.
d. Persiapan karir, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kesiapan karir
    peserta didik.
6. Prinsip Kegiatan Ekstra Kurikuler
a. Individual, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan potensi, bakat dan minat  
   peserta didik masing-masing.
b. Pilihan, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti
   secara sukarela peserta didik.
c. Keterlibatan aktif, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang menuntut keikutsertaan peserta
   didik secara penuh.
d. Menyenangkan, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler dalam suasana yang disukai dan
    mengembirakan peserta didik.
e. Etos kerja, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang membangun semangat peserta didik  
    untuk bekerja dengan baik dan berhasil.
f. Kemanfaatan sosial, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan untuk
    kepentingan masyarakat.

Waka Kesiswaan


Achmad Zudin
Nip.197307252007101003


Diketahui Kepala Madrasah                                                                  
MTs Negeri Wonosobo                                                                     


Drs.Yatiman.M.Pd. I                                                                            
NIP:196710071999031002